Mereka Bergerak Serentak
- Saggirio Communications
- Dec 14, 2025
- 6 min read

Penggalangan dana bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang di Sumatera ini
wujud dari semangat gotong royong yang masih tetap ada dan dirawat.
Kepedulian kaum urban dalam menggalang dana untuk korban bencana tidak selesai hanya di saat dana telah terkumpul. Mereka dituntut bergerak cepat menyalurkan bantuan tepat sasaran, transparan, serta akuntabel. Mereka berjibaku, menyalurkan donasi ke tangan-tangan yang tepat dan bertanggung jawab kepada para penyumbang.
”Ini bukan persoalan dana satu miliar atau dua miliar rupiah, melainkan jauh lebih banyak dari itu. Pendistribusiannya harus dengan perencanaan yang matang, transparan, dan akuntabel,” kata Kadri Mohamad, Ketua Penggagas 100 Musisi Heal Sumatra, Jumat (12/12/2025), di Jakarta.
Bersama Irma Hutabarat dan Tompi, Kadri menggagas penggalangan dana lewat konser para musisi. Karena banyaknya musisi yang terlibat, gerakan kaum urban itu dinamai 100 Musisi Heal Sumatra. Hasil penggalangan dana sementara hingga Jumat pukul 12.30 mencapai Rp 15.465.828.175.
Donasi tersebut akan disumbangkan kepada masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana banjir bandang yang terjadi akhir November sampai awal Desember 2025. Dari laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per 12 Desember 2025 bencana itu mengakibatkan 990 orang meninggal dan 222 orang hilang. Wilayah terdampaknya cukup luas, mencakup 52 kabupaten dan kota dengan berbagai kerusakan infrastruktur yang tidak ringan.

KOMPAS/RIZA FATHONI
Penyanyi Vina Panduwinata membawakan lagu dalam konser amal bertajuk
”100 Musisi Heal Sumatra Charity Concert” di T Space, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (7/12/2025).
Kadri yang berdarah Minang tersebut menuturkan, pendistribusian donasi dibagi dua. Pertama, dengan gerak cepat dan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak bencana. Tugas ini diserahkan kepada Irma Hutabarat yang berdarah Batak untuk menyampaikan langsung kepada masyarakat. Kedua, pendistribusian lewat perencanaan matang, transparan, dan akuntabel yang diserahkan kepada lembaga Ikatan Alumni (Iluni) Universitas Indonesia, yang sudah memiliki rekam jejak dalam menangani persoalan seperti ini.
Pada Kamis (11/12/2025) Irma tiba di Silangit, Sumatera Utara, untuk menyerahkan 65 mesin penyuling air dan 1.000 paket kebutuhan pokok untuk masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Utara. Dari sana, Irma bergerak menuju Tapanuli Tengah dan Sibolga untuk melakukan hal serupa. Tompi yang berdarah Aceh juga berencana mendatangi lokasi bencana, tapi waktunya belum diketahui pasti.
Gerakan sosial 100 Musisi Heal Sumatra menggelar konser pertama di pelataran T Space, Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (7/12/2025). Penggalangan dana pada konser pertama itu akan dilanjutkan pada hari-hari berikutnya.
T Space merupakan klinik estetika dan kecantikan milik Tompi. Tompi menyediakan tempat itu dengan gratis. Para musisi pun tampil pro bono.
Konser pertama berhasil menghimpun donasi korporasi BUMN sebesar Rp 13 miliar. Selebihnya, donasi datang dari masyarakat, termasuk para musisi seperti Judika dan Vina Panduwinata yang mewakili para artis dan musisi Sunda, termasuk dari Tompi sendiri.
”Saya akan mendonasikan Rp 500 juta jika Vina Panduwinata mau menyanyikan satu lagu,” ujar Tompi di atas panggung konser pertama.

KOMPAS/RIZA FATHONI
Penyanyi Ello membawakan lagu dalam konser amal bertajuk ”100 Musisi Heal Sumatra Charity Concert”
di T Space, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (7/12/2025).
Benar saja. Vina yang dijadwalkan menyanyi di konser kedua menyanyi hingga dua lagu. Konser pertama 100 Musisi Heal Sumatra ini akan dilanjutkan dengan konser kedua pada Selasa (16/12/2025) di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan.
Kelompok Gitaris untuk Negeri yang dimotori gitaris Dewa Budjana, Ridho Hafidz, Kongko ”Cadillac”, Endah Widiastuti dari Endah N Rhesa, dan Denny Chasmala juga bersiap menggelar konser amal untuk Sumatera pada akhir Januari 2026. Seperti pada konser amal sebelum-sebelumnya, Gitaris untuk Negeri kembali menggandeng Kompas dan Dana Kemanusiaan Kompas.
Spirit kedermawanan
Bencana mengingatkan pentingnya solidaritas sosial. Pengalangan dana bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Sumatera ini wujud dari semangat gotong royong yang masih tetap ada dan dirawat.
”Spirit kedermawanan gotong royong masyarakat Indonesia lagi-lagi on full display dalam tragedi yang sedang dialami oleh saudara-saudara kita,” ungkap Vikra Ijas, Co-Founder & CEO Kitabisa, dalam wawancara daring, Rabu (10/12/2025). Ia menyebut, sejak pemberitaan awal banjir dan longsor di Sumatera tersebar, solidaritas masyarakat langsung merebak. Bahkan di hari-hari pertama, relawan dan NGO yang menjadi mitra Kitabisa sudah terjun langsung melihat situasi di lapangan.
Ketika eskalasi bencana meningkat pada 28 November, Kitabisa mulai kebanjiran permintaan dari komunitas dan tokoh publik untuk membantu. Dengan situasi seperti itu, Kitabisa mencoba menyinergikan simpul-simpul bantuan, mulai dari relawan, LSM, pemerintah daerah dan pusat, hingga jaringan rumah sakit. Menurut dia, ”Di kejadian luar biasa seperti ini, peranannya sudah mesti lebih dari platform penggalangan dananya saja.”
Secara total, Kitabisa mencatat lebih dari 1.000 kampanye aktif berkaitan dengan bencana ini. ”Kalau kita melihat data per hari ini, berarti tanggal 10 Desember, itu ada lebih dari 1.100 penggalangan dana terverifikasi untuk bencana ini dan donasi yang terkumpul di platform Kitabisa untuk Sumatera ini, per hari ini ada Rp 71,5 miliar,” ujar Vikra.

KOMPAS/AGUS SUSANTO
Suasana pengiriman bantuan logistik dari TemanJNE untuk korban banjir Sumatera di Sales Counter
Tomang 9, Jakarta Barat, Rabu (10/12/2025). JNE mendistribusikan lebih dari 500 ton bantuan dari TemanJNE untuk korban bencana banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. JNE membuka layanan gratis ongkos kirim khusus untuk pengiriman bantuan yang berlangsung dari tanggal 1 Desember hingga 10 Desember 2025.
Kampanye kebencanaan juga dibebaskan dari biaya platform. ”Biaya operasionalnya itu kita waiver, kita tiadakan. Ini juga untuk give back-nya platform Kitabisa untuk isu-isu luar biasa,” ujarnya.
Dalam proses penggalangan donasi, Kitabisa menerapkan verifikasi ketat, terutama untuk kategori kebencanaan. Penggalangan dana oleh figur publik, seperti Praz Teguh dan Zaskia Adya Mecca, juga mendapat pendampingan tambahan agar distribusi bantuan terarah.
Semua upaya transparansi dari proses penyaluran juga dapat diakses di laman Kitabisa. ”Setiap pencairan dana terlihat juga nih, kepada siapa dicairkan. Nilai dasar yang ditawarkan oleh Kitabisa gitu ya, mentransparansikan proses, tidak hanya pengumpulannya, tapi juga penyaluran dananya,” beber Vikra.
Ke depan, ia berharap solidaritas ini tidak berhenti pada fase tanggap darurat. ”Bagaimana proses recovery dan bagaimana wujud kepedulian ini bisa menjadi dampak jangka panjang. Mudah-mudahan momentum ini bisa kita salurkan produktif untuk kebaikan negeri ini,” tuturnya.
Kolaborasi dan jejaring
Gerakan sosial untuk penggalangan donasi bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera juga ditempuh komunitas Jesuit Refugee Service Indonesia (JRS Indonesia). Mereka mengandalkan kolaborasi dan jejaring Jesuit yang dimiliki.
”Awalnya kami fokus menyebarkan di jejaring Jesuit. Kami infokan bahwa kami ada respons untuk situasi bencana di Sumatera,” ucap Direktur Nasional JRS Indonesia Martinus Dam Febrianto SJ yang akrab disapa Romo Dam.
JRS Indonesia secara fungsi sebenarnya bukan sebagai lembaga penggalang dana, melainkan lembaga yang melayani berkaitan dengan pengungsi, seperti menangani pengungsi Rohingnya yang mendarat di Aceh beberapa waktu lalu.
Seiring waktu, kegiatan mereka tak terbatas pada itu. Mereka juga turun merespons saat terjadi krisis bencana masif yang menimpa warga lokal, seperti peristiwa likuefaksi di Palu, tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta.
”Ini bencana banjirnya (di Aceh) luas, kami berpikir bahwa akan baik jika kami punya respons yang lebih besar. Respons yang lebih besar tentu tidak bisa mengandalkan dana yayasan dan tidak bisa juga mengandalkan dana yang sudah diaktivasi. Kami diminta menyebarkan lewat media sosial,” kata Romo Dam.
Pada 2 Desember 2025, mereka mulai mengunggah informasi penggalangan dana di Instagram dan Facebook untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Bersamaan dengan itu, tim JRS melakukan asesmen dan pendataan awal di lokasi terdampak di Aceh.
Sebelum ada dana dari sumbangan yang masuk, JRS Indonesia mengaktivasi dana yayasan dan memintakan persetujuan penggunaan dana darurat Uni Eropa. Perlahan bantuan mulai terkumpul, dan mereka langsung mendistribusikan bantuan ke Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

ARSIP JESUIT REFUGEE SERVICE INDONESIA
Jesuit Refugee Service Indonesia (JRS Indonesia) merespons cepat bencana banjir
Sumatera dengan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, air minum, dan ”hygiene kit” untuk masyarakat terdampak di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen, Aceh, pada awal Desember 2025. Medan yang ditempuh oleh mereka tidaklah mudah.
”Kami harus naik kapal kecil untuk suplai bantuan ke Peusangan di Kabupaten Bireuen. Syukurnya, kendaraan air itu ada dari pagi sampai sore, tarifnya masih terjangkau,” ucapnya.
Menurut Romo Dam, dampak dari bencana ini tidak singkat. Artinya, warga yang terkena banjir masih akan membutuhkan bantuan hingga pemulihan. Setidaknya tim JRS Indonesia akan terus merespons hingga Februari atau Maret 2026.
Per 13 Desember 2025, dana yang dikumpulkan JRS Indonesia Rp 2.305.295.544. Dana tersebut berasal dari berbagai komunitas dan institusi, termasuk umat dan komunitas Katolik di Indonesia.
Selain donasi, ada juga beberapa komunitas yang melakukan penggalangan dana bakal memercayakan proses penyaluran bantuan melalui JRS Indonesia. Misalnya, komunitas pemuda Katolik di Hong Kong dan perkumpulan alumni Kolese Kanisius Jakarta.
Layanan distribusi
Di tengah situasi yang tidak pasti, korporasi distribusi logistik JNE memberikan layanan gratis ongkos kirim pengiriman paket bantuan ke daerah terdampak bencana di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kepedulian ini dilakukan pada kurun 1-10 Desember 2025.
Sebelumnya, JNE juga mengadakan layanan gratis ongkos kirim bantuan saat peristiwa bencana di beberapa daerah, yakni gempa di Lombok pada tahun 2018, erupsi Gunung Semeru (2021), dan gempa bumi di Cianjur (2022). Ini merupakan komitmen jangka panjang dari JNE.

KOMPAS/AGUS SUSANTO
Maskot JNE menata bantuan logistik dari TemanJNE untuk korban banjir Sumatera di Sales Counter
Tomang 9, Jakarta Barat, Rabu (10/12/2025). JNE mendistribusikan lebih dari 500 ton bantuan dari TemanJNE untuk korban bencana banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. JNE membuka layanan gratis ongkos kirim khusus untuk pengiriman bantuan yang berlangsung dari 1 Desember hingga 10 Desember 2025.
”Perusahaan memastikan selalu hadir memberikan dukungan nyata terhadap berbagai inisiatif kemanusiaan, baik dalam situasi darurat maupun program berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap M Feriadi Soeprapto, Presiden Direktur JNE, dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12/2025).
JNE telah menyalurkan total bantuan paket hingga 500 ton per 10 Desember 2025. Bantuan tersebut didistribusikan melalui mitra yang ditunjuk secara bertahap.
Zaman sudah berganti, warga pun kerap dituduh makin individualis dengan gawai masing-masing. Namun saat kegentingan memanggil, terbukti masyarakat Indonesia spontan bergerak serentak untuk mengulurkan bantuan.
Catatan: Artikel ini merupakan hasil kolaborasi dengan peserta magang Harian Kompas, Adrian Putra Rayana, mahasiswa Sastra Rusia, Universitas Indonesia.
Source:



Comments